Pensiunan PNS Gedung Sate yang satu ini sama sekali tidak pandai masak, apalagi menjadi seorang chef.

Namun setelah berkecimpung di dunia pariwisata, bahkan sempat menjadi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, Momon Abdurachman ternyata memiliki andil besar dalam membuat sebuah monumen, sebuah perkumpulan chef yang diberinama Indonesian Chef Association (ICA) tahun 2010 di Hotel Homann Bandung.

Bersama rekan-rekannya, Suseno Dirgantara (alm), Sugiharta, dan Johan Darusalam, ia membentuk ICA yang bertujuan “menduniakan” masakan khas Indonesia, menyatukan chef dan sebagai wadah silaturahim para chef. Atas inovasi dan inisiatifnya itulah, tahun 2015 ia dianugerahi penghargaan sebagai penggerak kuliner dari Kementerian Pariwisata yang diserahkan Sekjen Kemenpar waktu itu Sapta Nirwanda.

Setelah lima tahun lewat, giliran Pemkot Bandung menganugerahi penghargaan Lifetime Achivement pada pemilik Hotel Lodaya ini dalam acara yang diberi tajuk Bandung Creative Award 2016 yang digelar dalam Gala Dinner di Hotel Oak Tree Premiera, Selasa (20/12). Bandung Creative Award memberikan penghargaan pada sejumlah pelaku kuliner di Kota Bandung dari berbagai kategori.

Momon yang usianya kini menginjak 76 mengaku bahwa ia tak pernah mengharapkan penghargaan apapun dari apa yang telah disumbangkannya. Ayah dari 4 puteri dan 2 putera ini hanya ingin hasil kerjanya dapat bermanfaat dan diterima oleh khalayak umum. Dan dia tak hanya menargetkan kuliner menjadi satu-satunya. “Sebagai orang nasionalis, bukan hanya kulnier, apa saja yang ada di Indonesia harus bisa diangkat dan dikenal di dunia internasional,” jelasnya kepada bandungupdate.com saat ditemui di kantornya, Hotel Lodaya, Senin (19/12/2016).

“Untuk menjadi chef profesioal itu memerlukan biaya yag tidak sedikit. Belum lagi waktu yang harus ditempuh juga cukup panjang. Sehingga, dengan adanya ICA, insya Allah pengkaderan chef untuk melahirkan chef yang professional tanpa biaya mahal bisa dilaksanakan,” ujarnya. Sejauh ini, ICA sudah memberikan kontribusi terbaiknya. Sebuah buku berisi 100 menu khas kulier Jabar berhasil diterbitkan dan disebar kepada seluruh pelaku chef dalam maupun luar negeri. Buku itu adalah hasil kerjasama ICA dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB).

Bahkan, saat ini ICA sendiri sudah tersebar ke berbagai negara seperti, Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara lainnya di Asia Tenggara. “Alhamdulillah sudah ada (chef Indonesia) di kedutaan-kedutaan besar Indonesia d iberbagai negara Khususnya Singapura dan Malaysia” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dalam hal ini dapat bekerjasama dengan ICA dalam membantu memberikan fasilitas dan dukungan untuk memajukan kuliner Indonesia agar dapat terangkat di mata dunia internasional. “Deregulasi pemerintah dapat memberikan fasilitas dan dukungan, minimal ada pelatihan dan sekolah-sekolah chef,” tutupnya. (Adi/uyun) ***

Berikut Daftar penerima penghargaan dalam Bandung Creative Award yang diperoleh Bandungupdate

1. Kategori Lifetime Achivement

Bapak Sugiharta
Master chef Rochendi
Master chef Johan Darussalam
Bapak Syaiful Adi (pendidik)
Nyonya Liem
Bapak Machdi iskandar
Bapak Momon Abdurachman
Bapak Suseno Dirgantara (Alm)
Kopi Aroma

2. Kategori Pengusaha Kuliner Inovatif

Ibu Dewi - Toko Kue Sari Sari
Bapak H.S Hermawan - Sindang Reret
Bapak Ferry - Tahu lembang ,Floating market Rumah strawberry

3. Kategori Trend Kuliner Kota Bandung

Soes Merdeka
Kripik Maicih
Brownies Amanda
Martabak San Fransisco
Molen Kartikasari
Batagor Ihsan
Sate Hadori
Warung Kopi Purnama

4. Kategori Pengusaha muda kuliner inovatif dan kreatif

Bober Cafe
Warunk Upnormal
Ngopi Doeloe cafe

5. Kategori Trend UKM Kuliner Kota Bandung

Kolak Macan
Ce'Mar
Cendol Elizabeth
Nasi Kalong
Colenak Murdi
Lotek kalipah Apo

 

Sumber Berita :
http://bandungupdate.com/baca/693/19/12/2016/momon-pencetus-indonesian-chef-association-dapat-penghargaan-lifetime-achivement

Pin It
logo PT Perikanan Nusantara Persero
advertise here bronze
Back to Top