Seorang yang diberi kepercayaan lewat musyawarah dan mufakat senantiasa selalu berkorban demi kemajuan bersama. Dia begitu dihormati karena kehadirannya bukan sebagai Pemimpin saja tetapi seorang Kakak untuk semuanya.

Diam dan selalu mengamati, pendengar dengan wajah tanpa ekspresi, orang akan bisa keliru jika tak tahu dan tak mengamati dirinya, karena saat dia tertawa... muncullah kocaknya, hahahaha! Siapakah dia? Dia adalah Presiden ICA, Chef Henry Alexie Bloem.

Apakah seorang anggota pernah memikirkan pengorbanannya, waktu, uang dan pemikiran seorang Presiden ICA?

Karena Chef Henry membela orang-orang yang diberikan kepercayaan, termasuk saya yang dibujuk agar “jangan ngambek” dan jangan mengundurkan diri. Chef Henry itu pekerja keras tetapi tidak terdengar kesulitan dan kesusahan. Saya mendapatkan kesan dari cerita Chef Parwata, Chef Henry adalah tipe perfeksionis, namun dalam hal people management termasuk teman-teman di ICA, dia fleksibel bukan sebagai Guru saja, tetapi sebagai saudara.

Sama, saya menyampaikan permohonan pada Ketua ICA Bali, “tolong Ketua, jangan ijinkan dia mengundurkan diri karena dia sangat berjasa besar. Apalah arti kesibukannya dan belum bisa mendukung sisa kegiatan ICA di tahun ini, kita ini bergotong-royong dan dia tetap simbol kebersamaan dan kesatuan, walau dia absen sementara”.

Untuk orang tersebut, saya memohon... dengan sangat, saya menaruh hormat besar padamu. Jabatan adalah amanah, kita ini bekerja dalam spirit gotong-royong, siapa kira-kira yang menggantimu, sementara waktu, tidak ada karena tidak mudah mencari orang sepertimu.

Pin It
logo PT Perikanan Nusantara Persero
advertise here bronze
Back to Top