Berikut Ini adalah detail AD / ART organisasi Indonesian Chef Association yang disetujui dan disahkan pada Munas ke-3.

ANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA

Indonesian Chef Association (ICA) 

PEMBUKAAN 

Organisasi Indonesian Chef Association (ICA) merupakan suatu wadah penyaluran aspirasi dan aktivitas manusia. Sebagai perwujudan dari pernyataan tersebut diatas, kami yang mempunyai keahlian dibidang pengolahan makanan dengan ini membentuk suatu wadah/ organisasi dengan nama Indonesian Chef Association (ICA). 

Indonesian Chef Association (ICA) merupakan suatu organisasi dimana sekelompok orang yang mempunyai keahlian dibidang pengolahan makanan (Food Production ) yang mencintai dunia kuliner. Organisasi ini merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai tujuan mengembangkan dan memperkenalkan profesionalisme dibidang pengolahan makanan. Untuk menunjang hal tersebut, diperlukan kreativitas dan aktivitas yang terarah dan positif, karena hal itu pula maka diperlukan pengorbanan waktu dan tenaga untuk berkesinambungannya organisasi ini. 

Indonesian Chef Association (ICA) berusaha untuk melakukan pendekatan mengenai isu-isu regulasi tentang makanan secara nasional dari setiap institusi. Indonesian Chef Association (ICA) berada disana sebagai panggilan & sebagai suatu bentuk komitmen terhadap pengabdian dan kehormatan dalam mempromosikan kualitas makanan Indonesia dari setiap Provinsi. 

Maka dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai pedoman pelaksanaan kepengurusan organisasi ini, diharapkan setiap Pengurus dan Anggota mampu menjalankan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Indonesian Chef Association (ICA). 


BAB I

NAMA, WAKTU DAN KESEKRETARIATAN

Pasal 1

Nama

Organisasi ini bernama Indonesian Chef Association (ICA) 

Pasal 2 

Waktu, Tempat dan Kedudukan 

(1) Indonesian Chef Association (ICA), didirikan di Bandung pada hari Kamis, tanggal 25 Januari 2007. 

(2) Indonesian Chef Association (ICA) didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. 

(3) Indonesian Chef Association (ICA) berpusat di ibukota Negara Republik Indonesia. 

BAB II

Kedaulatan dan Azas

Pasal 3

Kedaulatan

Kedaulatan organisasi ada ditangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) 

Pasal 4

Azas

Indonesian Chef Association (ICA) berazaskan Pancasila 

 

BAB III

TUJUAN, KEGIATAN, DAN SIFAT

Pasal 5

Tujuan Indonesian Chef Association (ICA) 

(1) Sebagai asosiasi untuk mengembangkan dan memperkenalkan profesi ahli pengolah makanan. 

(2) Sebagai asosiasi untuk mengembangkan pribadi dengan disiplin ilmu menjadi ahli dibidang pengolahan makanan. 

(3) Menghimpun dan mempersatukan semua pengolah makanan yang bekerja di Hotel, Restoran dan industri terkait. 

(4) Memperjuangkan terciptanya kesempatan kerja dibidang pengolahan makanan, terutama setiap anggota yang telah mengikuti pendidikan sehingga menimbulkan standarisasi ketenagakerjaan. 

Pasal 6 

Kegiatan 

Indonesian Chef Association (ICA) berusaha untuk mencapai tujuan tersebut di atas dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 

(1) Menggali ilmu pengetahuan yang diperlukan. 

(2) Pertemuan rutin diantara anggota dengan membahas dan mengevaluasi penemuan-penemuan baru dan saling tukar pikiran. 

(3) Mengadakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan program kerja organisasi, untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman anggota serta pengalaman kepada masyarakat. 

Pasal 7 

Sifat 

Indonesian Chef Association (ICA) merupakan organisasi kemasyarakatan dibidang pengolahan makanan yang profesional dalam rangka ikut serta dalam melaksanakan pembangunan nasional serta merupakan wadah pemersatu dan memperjuangkan yang menyangkut harkat dan martabat Chef. 

BAB IV

LAMBANG DAN LAGU

Pasal 8

(1) Lambang Indonesian Chef Association (ICA) adalah lingkaran berwarna merah putih dengan ditengahnya terdapat Topi Chef Imajinatif bermotif tujuh garis dan gambar kepulauan indonesia,pada bagian atas lingkaran tertulis ICA berwarna emas pada bagian bawah lingkaran bertuliskan Indonesian Chef Association berwarna hitam. 

(2) Lambang dan atribut organisasi lainnya diatur dan ditetapkan oleh Munas. 

(3) Lagu Mars ICA telah ditetapkan didalam MUNAS III di Banten tanggal 25 Januari 2017 dan akan segera dibuatkan Hak Cipta. 

BAB V

FUNGSI DAN PERANAN

Pasal 9

Fungsi 

(1) Sebagai satu-satunya wadah Chef di Indonesia 

(2) Sebagai wadah untuk meningkatkan kerjasama antara anggota chef dengan organisasi lain di dalam dan diluar negeri. 

Pasal 10 

Peranan 

(1) Indonesian Chef Association (ICA) berperan sebagai mitra pemerintah dengan kegiatan dibidang kuliner. 

(2) Mempunyai hubungan dengan DPR dalam hal isu proteksi, dan pengembangan makanan tradisional Indonesia dan kualitasnya. 

(3) Bermitra dengan Departemen Pariwisata dalam Development Food Heritage (pengembangan sejarah makanan Indonesia) 

(4) Bermitradengan Departemen Perikanan dalam Makanan laut dalam Agricultural Policy. 

(5) Mengambil bagian dalam hal pengembangan, kreatifitas dan makanan sehat untuk konsumen penduduk Indonesia secara keseluruhan 

BAB VI

KEANGGOTAAN

Pasal 11

(1) Setiap orang yang menekuni pekerjaan dibidang Food & Beverage Departement, di hotel, restaurant, café, catering atau di lembaga lain yang terkait. 

(2) Keanggotaan dalam Indonesian Chef Association (ICA) terdiri dari : 

- Anggota Indonesian Chef Association (ICA) Aktif 

- Anggota Indonesian Chef Association (ICA) Pasif 

- Anggota Kehormatan/anggota khusus. 

BAB VII

STRUKTUR ORGANISASI 

Pasal 12 

Susunan Organsasi 

Susunan Organisasi Indonesian Chef Association (ICA) terdiri dari : 

(1) Badan Pengurus Pusat (BPP) berdomisili di Ibukota Negara. 

(2) Badan Pengurus Daerah (BPD) berdomisili di Ibukota Provinsi 

(3) Badan Pengurus Cabang (BPC) berdomisili di ibukota Kota/kabupaten. 

(4) ICA Ambasador yang berdiri di luar negara indonesia 

Pasal 13

Kekuasaan dan Wewenang

(1) Kekuasaan tertinggi Indonesian Chef Association (ICA) ada pada Musyawarah Nasional (MUNAS), Musyawarah Daerah (MUSDA), dan Musyawarah Cabang (MUSCAB). 

(2) Musyawarah Daerah (MUSDA) merupakan musyawarah untuk memilih pengurus daerah sebagai pembantu dan pelaksana kebijakan dan Badan Pengurus Pusat Indonesian Chef Association (ICA). 

(3) Musyawarah Cabang (MUSCAB) merupakan musyawarah untuk memilih pengurus cabang sebagai pelaksana kebijakan BPP dan BPD Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 14

Badan Pelengkap

Struktur Kepengurusan Indonesian Chef Association (ICA) di setiap tingkat kepengurusan dapat dilengkapi dengan Badan Pengurus Harian. 

BAB VIII

KEUANGAN/HARTA BENDA

Pasal 15

Keuangan dan Harta benda Indonesian Chef Association (ICA) diperoleh dari : 

(1) Uang Pangkal dan Iuran Anggota. 

(2) Usaha yang syah berdasarkan musyawarah. 

(3) Donatur dari siapapun, lembaga atau instansi apapun dengan tidak bersyarat atau mengikat. 

BAB IX

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN

Pasal 16

Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Nasional (MUNAS) atau Musyawarah Luar Biasa (MUNASLUB) dengan ketentuan minimal dihadiri oleh . ditambah 1 orang dari jumlah anggota badan pengurus dan anggota aktif dalam Musyawarah Nasional yang syah dan diadakan khusus untuk itu. Perubahan serta pengesahan AD / ART dilakukan dengan jalan mufakat atau persetujuan maka perubahan atau pengesahan dilakukan dengan jalan pemungutan suara, dan syah jika 2/3 dari jumlah yang hadir menyetujui. 

Pasal 17

Pembubaran

(1) Pembubaran Indonesian Chef Association (ICA) hanya dapat dilakukan dalam suatu musyawarah Luar Biasa yang khusus diadakan untuk itu. 

(2) Dalam hal Indonesian Chef Association (ICA) dibubarkan, maka kekayaan milik Indonesian Chef Association (ICA) akan diputuskan dalam Musyawarah Luar Biasa tersebut. 

BAB X

PERATURAN PERALIHAN

Pasal 18

Peraturan-peraturan dan badan-badan yang ada tetap berlaku selama belum diadakan perubahan dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar. 

Pasal 19 

(1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 

(2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 

 


ANGGARAN RUMAH TANGGA 

BAB I

BAGIAN I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Anggota Aktif

(1) Setiap orang yang bekerja sebagai Chef atau pernah berprofesi sebagai chef. 

(2) Setiap orang yang bekerja dibidang Food & Beverage. 

Pasal 2

Anggota Pasif

(1) Mitra usaha yang sesuai bidang usaha sebagaimana pasal 1 Angaran Rumah Tangga (ART). 

(2) Setiap orang yang mencintai dunia kuliner (makanan) 

Pasal 3

Anggota Kehormatan

Anggota Kehormatan/Anggota Khusus adalah anggota yang memberikan jasa-jasa untuk pengembangan organisasi atau pernah mengikuti pendidikan perhotelan atau bekerja baik di hotel, restoran atau di industri terkait lainnya. 

Pasal 4

Kode Etik Keanggotaan

Guna memelihara kebersamaan dikalangan anggota-anggota Indonesian Chef Association (ICA) terutama dalam hubungan antar Profesi perlu disusun Kode Etik Keanggotaan. 

BAGIAN II

SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN

Pasal 5

(1) Setiap calon anggota yang ingin menjadi anggota Indonesian Chef Association (ICA) harus mengajukan permohonan dan menyatakan secara tertulis kesedian mematuhi dan menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) serta pedoman-pedoman pokok organisasi lainnya, baik yang diterbitkan oleh BPP dan atau BPD serta BPC setempat. 

(2) Apabila syarat ayat (a) di atas telah dipenuhi maka calon anggota wajib memberikan kelengkapan administrasi keanggotaan yang terdiri atas : 

- Menyerahkan Daftar Riwayat hidup. 

- Menyerahkan Photo. 

- Melampampirkan Identitas diri, (KTP, SIM, Pasport). 

- Membayar Iuran yang telah ditetapkan. 

(3) Badan Pengurus Pusat (BPP) Indonesian Chef Association (ICA) mengeluarkan kartu anggota bagi setiap anggota. 

(4) Masa berlakunya kartu anggota adalah 5 (lima) tahun sejak tanggal dikeluarkan dan disesuaikan dengan masa bakti kepengurusan. 

(5) Apabila telah habis masa berlakunya kartu anggota akan diatur kemudian. 

(6) Anggota wajib melapor kepada ICA BPD atau BPC bilamana ada perubahan domisili bekerja atau tempat tinggal dengan tempatpendaptaran pertama. 

BAGIAN III

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 6

Hak Anggota

(1) Anggota Aktif Indonesian Chef Association (ICA) disamping mempunyai hak mengeluarkan pendapat, juga mempunyai hak untuk dipilih dan memilih. 

(2) Anggota Pasif dapat Mengikuti segala kegiatan organisasi dan hak mengeluarkan pendapat yang diadakan oleh Indonesian Chef Association (ICA) tapi tidak memiliki hak dipilih dan memilih.\ 

(3) Anggota kehormatan dapat mengajukan saran/usul dan pertanyaan kepada pengurus secara lisan atau tertulis dan tidak mempunyai hak untuk dipilih dan memilih 

Pasal 7

Kewajiban Anggota

(1) Membayar uang pangkal dan iuran anggota. 

(2) Mematuhi AD/ART serta peraturan lainnya yang berlaku. 

(3) Menjaga nama baik ICA Indonesian Chef Association. 

(4) Berpartisipasi dalam setiap kegiatan ICA Indonesian Chef Association. 

BAGIAN IV

PEMBERHENTIAN ANGGOTA

Pasal 8

Pemberhentian Anggota ICA Indonesian Chef Association

Atas usul Badan Pengurus Cabang/Badan Pengurus Daerah. Badan Pengurus Pusat dapat memberhentikan anggota atas dasar. 

(1) Permintaan anggota yang diajukan secara tertulis dan disetujui oleh Badan Pengurus Cabang/Badan Pengurus Daerah. 

(2) Tidak memenuhi keawajiban-kewajiban selaku anggota sesuai dengan pasal 7 Anggaran Rumah Tangga dan sudah diberikan peringatan secara tertulis sebanyak 3 (tiga) kali. 

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI

A. STRUKTUR KEKUASAAN

BAGIAN I

MUNAS

Pasal 9

Status

(1) MUNAS merupakan musyawarah utusan Daerah/Cabang dalam sistem perwakilan 

(2) MUNAS memegang kekuasaan tertinggi organisasi 

(3) MUNAS diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali, dan masing-masing berhak untuk dipilih kembali setelah masa bakti selesai. 

(4) Dalam keadaan luar biasa MUNAS dapat diadakan menyimpang dari ketentuan dalam pasal 9 ayat (3). 

(5) Dalam keadaan luar biasa MUNAS dapat diselenggarakan atas inisiatif satu Daerah dengan persetujuan sekurung-kurangnya melebihi separuh jumlah daerah/cabang yang ada dan mendapatkan dukungan melebihi separuh dari jumlah BPD Indonesian Chef Association (ICA) di seluruh Indonesia. 

Pasal 10

Kekuasaan dan Wewenang

(1) Menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman-pedoman Pokok Organisasi dan Program Kerja Nasional. 

(2) Memilih Badan Pengurus Pusat dengan jalan memilih Ketua Umum ICA Indonesian Chef Association 

(3) Menetapkan calon-calon tempat penyelenggaraan Munas dan Rakernas berikutnya. 

Pasal 11

Tata Tertib

(1) Peserta MUNAS terdiri dari Pengurus Pusat dan Utusan Daerah (Dengan dilengkapi SK dari ICA BPP untuk ICA BPD untuk ICA BPD dan SK dari ICA BPC) sedangkan sebagai Peninjau dari Cabang serta undangan dari Pengurus Pusat. 

(2) Badan Pengurus Pusat sebagai Penangungjawab penyelenggaraan MUNAS. 

(3) Peserta Utusan mempunyai hak suara dan bicara, sedangkan peninjau mempunyai hak bicara. 

(4) Pimpinan Sidang MUNAS dipilih dari peserta/peninjau. 

(5) MUNAS baru dapat dinyatakan syah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah peserta utusan. 

(6) Apabila ayat (5) tidak terpenuhi, maka munas diundur selama 1 X 24 Jam dan setelah itu dinyatakan syah. 

(7) Jumlah utusan dalam munas diambil dari jumlah anggota diatur secara proposional BPD mempunyai hak 3 suara dan ICA BPC mempunyai2 suara serta ICA Ambasador 3 suara. 

(8) Setelah laporan pertanggungjawaban BPP Indonesian Chef Association (ICA) dinyatakan diterima oleh MUNAS, maka BPP dinyatakan demisioner. 

Pasal 12

Tata Tertib Musyarah Daerah (MUSDA)

(1) Peserta MUSDA terdiri dari Pengurus Daerah, anggota serta undangan BPP & BPD. 

(2) Badan Pengurus Daerah sebagai Penangungjawab penyelenggaraan MUSDA; Peserta utusan adalah anggota, Peserta peninjau adalah anggota luar biasa dan undangan Pengurus Daerah. 

(3) MUSDA baru dapat dinyatakan syah apabila dihadiri separuh jumlah anggota BPD ICA yang berada di ibukota provinsi dan separuh jumlah BPC. 

(4) Apabila ayat (c) tidak terpenuhi, maka MUSDA diundur selama 1 X 24 Jam dan setelah itu dinyatakan syah. 

(5) Setelah laporan pertanggungjawaban BPD Indonesian Chef Association (ICA) dinyatakan diterima oleh MUSDA, maka dinyatakan demisioner. 

(6) Hak suara dalam pemilihan ketua BPD ICA dimiliki oleh anggota aktif yang berada di ibukota provinsi dan 2 suara masing masing BPC 

Pasal 13

Tata Tertib Musyawarah Cabang (MUSCAB)

(1) Peserta undangan MUSCAB terdiri dari Pengurus Cabang, anggota serta undangan BPD dan BPC. 

(2) Badan Pengurus Cabang sebagai Penangungjawab penyelenggaraan MUSCAB; Peserta utusan adalah anggota, Peserta peninjau adalah anggota luar biasa dan undangan Pengurus Cabang. 

(3) MUSCAB baru dapat dinyatakan syah apabila dihadiri separuh + 1 jumlah anggota. 

(4) Apabila ayat (c) tidak terpenuhi, maka MUSCAB diundur selama 1 X 24 Jam dan setelah itu dinyatakan syah. 

(5) Setelah laporan pertanggungjawaban BPC ICA Indonesian Chef Association dinyatakan diterima oleh MUSCAB, maka BPC dinyatakan demisioner. 

(6) Hak suara dalam pemilihan ketua BPC ICA dimiliki oleh anggota aktif 

BAGIAN IV

BADAN PENGURUS PUSAT (BPP)

STRUKTUR PIMPINAN

Pasal 14

Status

(1) Badan pengurus Pusat adalah Badan Kepemimpinan Tertinggi organisasi. 

(2) Masa jabatan Badan Pengurus Pusat adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak Surat Keputusan (SK) susunan pengurus ditandatangani dan atau serah terima jabatan dari pengurus pusat sebelumnya. 

(3) Ketua Umum Badan Pengurus hanya dapat dijabat 2 (dua) kali masa bakti berturut-turut. 

(4) Apabila masa kepengurus (BPP) melanjutkan kepengurusan lama maka dianggap belum satu (1) periode. 

Pasal 15

Personalia Badan Pengurus Pusat

(1) Susunan Pengurus Pusat terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jendral dan Bendahara Umum, yang jumlah keseluruhan Badan Pengurus Pusat (BPP) disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. 

(2) Yang dapat menjadi pengurus Badan Pengurus Pusat adalah anggota Indonesian Chef Association (ICA), WNI yang mempunyai kepribadian baik, berprestasi, berdedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Indonesian Chef Association (ICA). 

(3) Untuk Melancarkan roda organisasi BPP dapat dibantu dengan staf pelaksana yang dipimpin oleh Ketua Harian yang diangkat oleh Ketua Umum. 

Pasal 16

Pergantian antar Waktu BPP

(1) Apabila Ketua Umum Indonesian Chef Association (ICA) tidak dapat menjalankan tugasnya/non aktif, maka dipilih Pejabat Ketua Umum BPP melalui musyawarah Luar Biasa atas inisiatif salah satu BPD yang disetujui oleh dua pertiga dari jumlah BPD Indonesian Chef Association seluruh Indonesia (ICA). 

(2) Pejabat Ketua Umum mengemban Jabatannya sampai masa berlaku periode kepengurusan yang digantinya. 

(3) Dalam keadaan tertentu (luar biasa) BPP ICA Indonesian Chef Association dapat mereshuffle pengurus BPP ICA 

Pasal 17

Tugas dan Kewajiban

(1) Melaksanakan hasil-hasil ketetapan MUNAS. 

(2) Segera mengumumkan menyampaikan kepada BPD dan BPC Indonesian Chef Association (ICA) di seluruh Indonesia atas ketetapan dan perubahan penting. 

(3) Badan Pengurus Pusat (BPP) bertanggungjawab kepada MUNAS 

(4) Pengurs Pusat baru dapat melaksanakan tugasnya setelah dilakukan serah terima jabatan dengan Badan Pengurus Pusat sebelumnya. 

(5) Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah personalia Badan Pengurus Pusat yang beru terbentuk, maka Badan Pengurus Pusat sebelumnya harus mengadakan serah terima jabatan dengan BPP yang baru. 

(6) Melaksanakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) BPP setiap semester kegiatan atau setidak-tidaknya 5 (lima) kali selama periode kepengurusan. 

(7) Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) BPP merupakan badan pengambilan keputusan tertinggi dalam Badan Pengurus Pusat (BPP). 

(8) Guna memelihara mekanisme kerja yang baik dan proposional, maka diperlukan penyusunan pengaturan kerja (Job Discription) pada setiap jenjang kepengurusan. 

BAGIAN V

BADAN PENGURUS DAERAH (BPD)

Pasal 18

Status

(1) Badan Pengurus Daerah adalah membantu dan pelaksana BPP di Daerah Provinsi. 

(2) BPP dapat mengambil kebijakan mengenai kedudukan BPD setelah memperhatikan aspirasi yang berkembang pada MUSDA serta kondisi daerah setempat. 

(3) BPD Indonesian Chef Association (ICA) dibentuk untuk mengkoordinir Cabang-cabang yang berada pada daerah Kota atau Kabupaten. 

(4) Masa jabatan BPD Indonesian Chef Association (ICA) disesuikan dengan masa jabatan BPP. 

(5) Khusus pada ibukota Provinsi Badan Pengurus Cabang berada pada BPD Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 19

Personalia Pengurus BPD 

(1) Susunan kepengurusan BPD Indonesian Chef Association (ICA) terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, yang jumlah keseluruhannya disesuaikan dengzn kebutuhan organisasi. 

(2) Yang dapat menjadi pengurus BPD Indonesian Chef Association (ICA) adalah anggota Indonesian Chef Association (ICA), WNI, yang berprestasi dan mendapat dukungan dan kepercayaan. 

(3) Ketua BPD hanya dapat diJabat 2 (dua) kali masa bakti secara berturut-turut. 

Pasal 20

Tugas dan Kewajiban

(1) Melaksanakan dan mengemban kebijakan BPP tentang berbagai masalah organisasi diwilayahnya. 

(2) Mewakili pimpinan pusat menyelesaikan persoalan intern dilingkungan koordinasinya dengan berkoordinasi dengan Daerah/Cabang. 

(3) Memberikan bimbingan, membina mengkoordinir dan mengawasi kegiatan cabang. 

(4) Membentuk cabang-cabang. 

(5) Meminta laporan cabang-cabang dalam wilayah koordinasinya. 

(6) Menyampaikan laporan kerja kepengurusan setiap Rakernas kepada Badan Pengurus Pusat secara tertulis dan melalui email. 

(7) Melaksanakan Ketetapan dari MUNAS. 

(8) Memberikan laporan pertanggungjawaban Kepada MUSDA dan Badan Pengurus Pusat. 

Pasal 21

Pergantian antar waktu Pengurus BPD ICA Indonesian Chef Association 

(1) Apabila Ketua Indonesian Chef Association (ICA) tidak dapat menjalankan tugasnya/non aktif, maka dipilih Calon Pejabat Ketua oleh Rapat Pleno BPD, untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Pejabat Ketua oleh BPP Indonesian Chef Association (ICA). 

(2) Pejabat Ketua mengemban Jabatannya sampai masa berlaku periode kepengurusan yang digantinya. 

(3) Dalam keadaan tertentu (luar biasa ) BPD Indonesian Chef Association (ICA) dapat mereshuffle pengurus kepada BPP Indonesian Chef Association (ICA) untuk mendapatkan pengesahan. 

BAGIAN VI

BADAN PENGURUS CABANG (BPC)

Pasal 22

Status

(1) Cabang merupakan kesatuan organisasi yang dibentuk didaerah kota atau Kabupaten di seluruh Indonesia. 

(2) Anggota Indonesian Chef Association (ICA) yang ingin mendirikan cabang harus mendapatkan mandat dari BPD yang bersangkutan. 

(3) Pembentukan cabang harus mengajukan permohonan kepada BPD yang bersangkutan untuk mendapatkan pengesahan BPD setelah mempunyai anggota sekurang-kurangnya 10 anggota. 

(4) Khusus di Ibu Kota Provinsi tidak mempunyai Badan Pengurus Cabang Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 23

Personalia Pengurus Cabang (BPC)

(1) Susunan kepengurusan BPC Indonesian Chef Association (ICA) sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, yang jumlah keseluruhannya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. 

(2) Badan Pengurus Cabang disahkan oleh Badan Pengurus Daerah Indonesian Chef Association (ICA) yang bersangkutan. 

(3) Masa jabatan Pengurus Cabang 5 (lima) tahun secara berturut-turut. 

(4) Ketua BPC ICA hanya dapat dijabat 2 (dua) kali masa bakti secara berturut-turut. 

(5) Yang dapat menjadi pengurus BPC Indonesian Chef Association (ICA) adalah anggota Indonesian Chef Association (ICA), WNI, yang telah mencapai usia keanggotaan minimal 1(satu) tahun, kecuali cabang yang baru terbentuk. 

Pasal 24 

Pergantian Antar Waktu Pengurus BPC Indonesian Chef Association (ICA) 

(1) Apabila Ketua BPC Indonesian Chef Association (ICA) tidak dapat menjalankan tugasnya/non aktif, maka dapat diangkat Calon Pejabat Ketua Cabang oleh Rapat Pleno BPC. 

(2) Pejabat Ketua hanya mengemban Jabatannya sampai masa berlaku periode kepengurusan yang digantinya. 

(3) Dalam keadaan tertentu (luar biasa ) Ketua BPC Indonesian Chef Association (ICA) dapat mereshuffle pengurus kepada BPC 

Indonesian Chef Association (ICA) untuk mendapatkan pengesahan dari BPD Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 25 

Tugas dan Kewajiban

(1) Melaksanakan hasil-hasil ketetapan MUSCAB Indonesian Chef Association (ICA), Kebijakan Nasional Indonesian Chef Association (ICA) serta ketentuan lainnya. 

(2) Menyampaikan laporan kerja kepenguran setiap Rakerda kepada BPD Indonesian Chef Association (ICA) dengan tembusan kepada BPP Indonesian Chef Association (ICA), secara tertulis dan melalui email. 

(3) BPC Indonesian Chef Association (ICA) bertanggungjawab ke MUSCAB. 

(4) BPC Indonesian Chef Association (ICA) baru dapat melaksanakan tugasnya setelah pelantikan/serah terima jabatan dengan BPC Indonesian Chef Association (ICA) demisioner. 

(5) Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah personalia BPC terbentuk makan BPC Demisioner harus mengadakan serah terima jabatan. 

(6) Menyerahkan dana ke pusat dari iuran anggota sebesar yang telah ditetapkan. 

BAGIAN VI A

ICA AMBASADOR

Pasal 26

Status

(1) ICA Ambasador merupakan kesatuan organisasi yang dibentuk di luar negara Republik Indonesia. 

(2) Anggota Indonesian Chef Association (ICA) yang ingin mendirikan ICA Ambasador harus mendapatkan mandat dari BPP yang bersangkutan. 

(3) Pembentukan Ambasador harus mengajukan permohonan kepada BPP yang bersangkutan untuk mendapatkan pengesahan BPP setelah mempunyai anggota sekurang-kurangnya 10 anggota. 

Pasal 27

SUSUNAN KEPENGURUSN ICA AMBASADOR

(1) Susunan kepengurusan ICA AMBASADOR sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, yang jumlah keseluruhannya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. 

(2) ICA AMBASADOR disahkan oleh Badan Pengurus Pusat ICA Indonesian Chef Association yang bersangkutan. 

(3) Masa jabatan Pengurus ICA Ambasador selama 2 (dua) tahun dan bisa diangkat kembali. 

(4) Yang dapat menjadi pengurus ICA AMBASADOR Indonesian Chef Association adalah anggota Indonesian Chef Association (ICA), WNI, yang telah mencapai usia keanggotaan minimal 1(satu) tahun, kecuali yang baru terbentuk. 

Pasal 28

Pergantian Antar Waktu Pengurus ICA AMBASADOR

(1) Apabila Ketua ICA Ambasador Indonesian Chef Association (ICA) tidak dapat menjalankan tugasnya/non aktif, maka dapat diangkat Calon Pejabat Ketua ICA Ambasador oleh Rapat Pleno ICA Ambasador. 

(2) Pejabat Ketua hanya mengemban Jabatannya sampai masa berlaku periode kepengurusan yang digantinya. 

(3) Dalam keadaan tertentu (luar biasa ) Ketua ICA AMBASADOR dapat mereshuffle pengurus kepada ICA AMBASADOR untuk mendapatkan pengesahan dari BPP Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 29

Tugas dan Kewajiban

(1) Melaksanakan hasil-hasil ketetapan ICA AMBASADOR , Kebijakan Nasional Indonesian Chef Association (ICA) serta ketentuan lainnya. 

(2) Menyampaikan laporan kerja kepenguran dalam Rakernas kepada BPP Indonesian Chef Association secara tertulis dan melalui email. 

(3) Indonesian Chef Association (ICA) AMBASADOR bertanggungjawab ke MUNAS. 

(4) Indonesian Chef Association (ICA) Ambasador baru dapat melaksanakan tugasnya setelah pelantikan/serah terima jabatan dengan Indonesian Chef Association AMBASADOR demisioner. 

(5) Selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah personalia ICA AMBASADOR terbentuk maka ICA AMBASADOR Demisioner harus mengadakan serah terima jabatan. 

(6) Menyerahkan dana ke pusat dari iuran anggota sebesar yang telah ditetapkan. 

BAGIAN VII

BADAN PENASEHAT

Pasal 30

Status Dan Keanggotaan

(1) Badan Penasehat berada pada struktur kepenguruan BPP. BPD dan BPC ICA Indonesian Chef Association. 

(2) Badan Penasehat ditentukan dalam MUNAS, MUSDA dan MUSCAB. 

(3) Badan Penasehat adalah angota ICA Indonesian Chef Association yang memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman organisasi. 

Pasal 31

Tugas Badan Penasehat

Memberikan usul/saran kepada BPP, BPD dan BPC ICA Indonesian Chef Association untuk melaksanakan ketetapan dalam MUNAS, MUSDA Dan MUSCAB. 

Pasal 32

Anggota Badan Penasehat

Jumlah anggota Badan Penasehat BPP ditetapkan oleh Ketua Umum BPP, Badan Penasehat Daerah ditetapkan oleh BPD ICA Indonesian Chef Association disahkan oleh BPP ICA Indonesian Chef Association, sedangkan Badan Penasehat Cabang ditetapkan oleh BPC ICA Indonesian Chef Association disahkan oleh BPD ICA Indonesian Chef Association. 

BAB III

KEUANGAN 

Pasal 33

(1) 30 (tiga puluh) persen dari jumlah penerimaan iuran anggota adalah bagian dari Badan Pengurus Pusat Indonesian Chef Association(ICA). 

(2) 30 (tiga puluh) persen dari jumlah penerimaan iuran anggota adalah bagian dari Badan Pengurus Daerah Indonesian Chef Association(ICA). 

(3) 40 (empat puluh) persen dari jumlah penerimaan iuran anggota adalah bagian dari Badan Pengurus Cabang Indonesian Chef Association (ICA). 

Pasal 34 

(1) Besarnya uang pangkal, iuran anggota ditetapkan oleh Badan Pengurus Pusat. 

(2) Keuangan, kekayaan Indonesian Chef Association (ICA) meliputi segala uang tunai, surat berharga dan barang-barang dimiliki secara syah. 

(3) Segala yang menyangkut keuangan, baik uang yang masuk ataupun yang keluar harus dibukukan dan disertai dengan bukti syah dan dapat dipertanggungjawabkan. 

(4) Setiap pemasukan keuangan yang diperoleh Pengurus dari berbagai tingkatan, Panitia Kegiatan harus melaporkan kepada BPP/BPD/BPC. 

(5) Tiap tahun BPP, BPD, BPC menyusun laporan keuangan. 

BAB IV

PERUBAHAN AD/ART

Pasal 35

(1) Perubahan AD/ART hanya dilakukan oleh MUNAS dan atau Munas Luar Biasa (MUNASLUB). 

(2) Rencana perubahan AD/ART sedapat mungkin disampaikan pada daerah-daerah selambat-lambatnya 30 Hari sebelum MUNAS 

BAB V

PEMBUBARAN

Pasal 36

Pembubaran Indonesian Chef Association (ICA) hanya dapat dilakukan oleh MUNAS. 

Pasal 37 

Keputusan Pembubaran Indonesian Chef Association (ICA) sekurang-kurangnya harus disetujui oleh 2/3 peserta MUNAS. 

Pasal 38 

Harta benda Indonesian Chef Association (ICA) sesudah dibubarkan harus diserahkan kepada Negara melalui Departemen Sosial RI. 

BAB VIII

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 39

Setiap anggota Indonesian Chef Association (ICA) dianggap telah mengetahui isi anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ini setelah ditetapkan. 

Pasal 40

Setiap anggota Indonesian Chef Association (ICA) harus mentaati AD/ART ini dan Kode Etik dan pelanggaran terhadapnya akan dikenakan sangsi organisasi sebagaimana diatur dalam ketentuan tersendiri. 

BAB IX

PENUTUP

Pasal 41

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam AD/ART ini diatur dalam pengaturan organisasi oleh Badan Pengurus Pusat Indonesian Chef Association (ICA). 

(2) Anggaran Rumah Tangga (ART) ini mulai berlaku sejak disahkan 

 

Disetujui dan disahkan pada 

Munas ke-3 

Hari Rabu , Tanggal 25 Januari 2017 

Di Tanggerang Provinsi Banten 

Pin It
logo PT Perikanan Nusantara Persero
advertise here bronze
Back to Top